Minggu, 24 April 2011

MPM STAIN Gelar Kongres IX

Selama dua hari, Kamis-Juma’at (13-15) Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak mengelar Kongres ke IX, dilaksanakan di Aula STAIN Pontianak. Dengan dibuka oleh Dr. H. Hermansyah, M. Ag, sebagai PUKET III STAIN Pontianak.
“Selain kongres kita juga mengadakan seminar dengan tema Peran dan fungsi KBM sebagai miniatur pemerintahan dalam mewujudkan STAIN yang lebih progresif. Dengan tujuannya agar kita dapat membentuk keluarga baru mahasiswa yang lebih progresif dalam mewujudkan STAIN yang lebih progresif. Dengan pemateri Dr. H. Hermansyah, M. Ag dan Kasiono (Mantan Akademis Mahasiswa STAIN),” jelas ketua panitia kongres IX Saidina Ali kepada Harian Equator. Kamis (13/01).
Kongres IX dikatakan ketua MPM Achmad Nugraha, tujuan agar supaya kawan-kawan mahasiswa yang ada di Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) STAIN Pontianak dapat memahami dan bisa mengerti tentang UUD yang ada di KBM. Bukan berarti mereka hanya sekedar mendengarkan keluhan-keluhan yang belaka, tetapi mereka dapat memahami apa itu UUD KBM, minsalnya menyangkut masalah keuangan KBM, garis koordinasi, dan garis intruksi. Mungkin kemarin ada perubahan dari segi garis intruksi, jadi tidak ada kesengronan antara struktur yang ada dikampus.
Nugraha juga menjelaskan bahwa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BEM itu, kita buktikan juga agar ketika forum kongres nanti dapat dilaksanakan dengan baik. Agar upaya dinamika dikampus jadi hidup. Mungkin selama ini, sudah dua tahun kepengurusan BEM, tidak ada LPJ secara langsung kepada forum mahasiswa yaitu pada saat kongres. Dengan adanya forum LPJ itu bahwa agar mahasiswa tahu kenerja BEM, apa kekurangan dan kelebihannya selama ini. Kemudian agar terciptanya sebuah pondasi dalam organisasi agar lebih baik kedepannya.
“Untuk masalah Kopma, supaya bisa dapat berdiri lagi, karena mengingat Kobma merupakan salah satu, tolak ukur dan pondasi bagi hidupnya sebuah elemen yang ada dikampus. Selain dari organisasi itu, Kobma juga koprasi merupakan suadaya untuk mahasiswa agar lebih berkriatif untuk memberdayakan ekonomi kedepan untuk lebih baik,” pintanya.
“Harapan ke depan dalam kepengurusan baru nanti, semoga saja lebih baik dari kepengurusan sekarang. Sehingga peran serta dari kepengurusan yang baru, lebih melihat hidup dinamika dikampus, dan membawa nama baik STAIN kedepan,” harapannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar