Minggu, 24 April 2011

Konferwil NU Kalbar Siap Digelar Pontianak.

Sabtu (15-16/01), Konferensi Wiliyah ke-16 PWNU Kalimantan Barat siap digelar di Hotel Grend Mahkota Pontianak. Konferensi ini akan dibuka oleh Cornelis Gebernur Kalimantan Barat.
H. Suriansyah wakil ketua PWNU Kalbar mengatakan bahwa dalam konferensi ini, kita akan membahas mengevaluasi kenerja kita yang berbentuk laporan pertanggungjawaban pengurus PWNU priode tahun 2005-2010. Kedua, mengevaluasi program untuk program tahun 2010-2015 nanti. Ketiga, membuat rekomundasi dalam rangka menyikapi persoalan-persoalan terkini terhadap masyarakat, sebagai bentuk tanggungjawab morel kita terhadap daerah Kalbar ini. Kemudian kita akan pengantian pengurus dalam berakhirnya pengurus ini, menuju penguru baru.
Suriansyah menambahkan untuk program kedepannya. Pertama melanjutkan bidang keorganisasian yang mana belum dapat dikerjakan tahun lalu. Minsalnya buka jaringan organisasi baru sampai ditingkat desa. Kedua dibidang pendidikan menata kembali meningkatkan sekolah-sekolah madrasah dibawah naungan itu. Kecuali di psantren yang memang diharapkan utama masalah basis yang tidak pernah ada bagus. Ketiga, meningkatkan mutu, serta pesarana-pesarana yang dibutuhkan untuk psantren, agar psantren mendapatkan nilai kiprah yang baik. Keempat memperdayakan ekonomi masyarakat, yang memang 60 dan 70 persen adanya didesa, maksudnya pengarapan sektor-sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan bagi masyarakat. Yang mana sektor-sektor ekonomi kerakyatan yang mana peran kyai-kyai, ulama dan ustad bisa memberikan tausiyah menjadi jembatan mediator, agar bagaimana masyarakat ini, bisa mendapatkan nilai tambah SDM masyarakat.
“Harapan kedepan dalam organisasi ini, semoga saja para pengurus yang akan datang harus lebih baik dari sekarang, sehingga peran serta untuk mencedaskan dan mensejahterakan masyarakat desa,”harapannya.
Abdul Mukti Rouf, MA, sebagai penanggungjawab konferensi mengatakan NU akan bersama-sama sepanjang pemerintah punya program untuk membangun masyarakat desa, yang mana disitu jumlahnya sangat banyak, NU akan tetap disitu. Karena memang NU identik dengan masyarakat desa, yang mana disitu adalah mayoritas, yang akan kita bangun adalah psantern, sekolah-sekolah yang ada di desa-desa dan masyarakat. Mereka harus menjadi motivator bagi masyarakat perdesaan, karena masyarakat Indonesia ada disitu.
Mukti berharap bahwa dalam konferensi nanti, masalah kepengurusan baru tentu secara umum pengin lebih baik dari pada yang kemarin, dan berpihak kepada rakyat perdesaan itu tidak lagi ingin kita sebagai wacanakan terus. Tapi ingin segara dikonkretkan dengan program-program yang ril. NU ingin menjadi, tidak hanya berwacana, tetapi menjadi progremer dan menjadi aktor juga disitu jadi biar terasa, jadi tidak sekedar sebagai organisasi papan nama aja. (hkm/*).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar