Hari ini Jumat (08/04), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kubu Raya menggelar Musabaqah Qiraati Kutub (MQK) tingkat se-Kabupaten Kubu Raya, di Pondok Pesantren Nahdatul Athfal Parit Adam Kec. Sui Ambawang. Acara ini dibuka langsung Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, SH.
“Tujuan kami mengelar MQK IV untuk menjalin silahturahmi antara pondok pesantren se-Kubu Raya. Juga untuk meningkatkan kecintaan masyarakat pada ilmu agama, karena saat ini suda terbawa arus modernisasi,” jelas Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kubu Raya, H. Syamsul Bahri, SAg MSi, kepada Equator. Kamis (07/04).
Selain itu jelasnya, MQK diharapkan mampu menumbuhkan semangat ilmiah keagamaan dengan mengkaji kitab. “Juga menyeleksi santri yang kemampuan membaca kitab untuk mewakili Kubu Raya pada MQK tingkat Provinsi,” ujarnya.
Syamsul Bahri mengatakan, jumlah peserta yang telah terdaftar sebanyak 156 peserta. Nantinya peserta yang terbaik, akan diseleksi untuk melalui tingkat Provinsi, pada awal bulan Mei. Sedangkan hasil seleksi MQK tingkat Provinsi Kalbar, akan dikirim ke tingkat nasional yang bertempat di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang diperkirakan mulai acaranya bulan Juli.
Jenis perlombaan yang dipertandingkan dalam MQK IV Kabupaten Kubu Raya meliputi cabang marhalah ula meliputi fiqih, sulamut taufiq, nahwu al-ajrumiyah, akhlaq ta’limun muta’alli, tarikh, khulashah nurul yaqin, marhalah wustha: a. afsir; Tafsir Jalalain, b. Fiqih; Fathul Qarib, c. Hadits; Sulubus Salam, d. Nahwu; Imrili, dan 3. Marbalah ‘Ulya: a. Tafsir; Ibnu Katsir, b. Fiqih; Fahtul Mu’I, c. Nahwu; Ibn Aqil, d. Akhlaq; Ihya’ Ulumud Din.
“Diluar bidang qiraatil kutub ini, dilombakan juga debat bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk santri pada marhalah ula,” jelasnya.
Setiap daerah sebutnya, harus mengirimkan satu orang peserta putra dan satu orang putri, pada masing-masing marhalah. Kecuali pada lomba debat bahasa Arab dan bahasa Inggris, masing-masing terdiri atas tiga orang peserta.
Sehingga akan muncul bibit-bibit baru yang tidak hanya mempunyai ilmu umum saja tetapi juga dibekali dengan ilmu agama. “Generasi muda adalah harapan masa depan. Jadi selalu kita dorong dan arahkan pada hal-hal yang positif, “ pungkasnya. (hakim/*).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar