Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Kota Pontianak, selalu berkibrah untuk pemuda remaja masjid di Kalbar ini. Karena peran BKPRMI sangat penting sekali untuk membina para pemuda remaja masjid, dalam berperan aktif di masjidnya, supaya mereka lebih tahu bagaimana fungsi masjid selain dari melaksanakan perintah-Nya. Demikianlah kata Ketua BKPRMI Kota Pontianak, Firdaus Zar’in kepada Equator diruangan kantornya. Selasa (19/04).
“Namun sebenarya di BKPRMI ini, yang lebih hidup yaitu Lembaga Pendidikan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-qur’an (LPPTKA). Karena kegiatan LPPTKA ini, adalah kegiatan rutin yang sering dilaksanakan. Sementara kegiatan yang lain-lain, itu lebih bersifat isidentil minsalnya kalau ada kegiatan-kegiatan pemuda remaja masjid, pelatihan jurnalistik, pelatihan pardu kifayah, dan pelatihan manajemen masjid, itu jarang dilaksanakan seperti program LPPTKA,” jelas pria kelahiran 18 Maret 1968 ini.
Sehingga selama priode kepengurusan kami lanjutnya, bisa dikatakan belum maksimal. Mungkin juga karena sebelum saya menjadi ketua, di dalam kepengurusan itu memang keaktipan teman-teman ini belum pesat. “Jadi saya berpikir bahwa ini tugas kedepan bagaimana BKPRMI lebih aktif lagi dalam kenerjanya,” kata pria mantan anggota DPRD Provinsi ini.
Pria sarjana S2 Fisip Untan jurusan sosiologi ini, menyatakan dalam waktu dekat ini, insallah kami akan melaksanakan musyawarah untuk memilih ketua BKPRMI yang baru. Sedangkan perbentukan cabang BKPRMI di kecamatan sudah terbentuk, cuman memang ada beberapa kemacatan yang harus kita perbaharui lagi. Karena belum aktif sesuai dengan tujuan kami.
“Sebenarnya dengan berjalannya organisasi seperti ini, kita berharap BKPRMI di kecamatan dan kelurahan bisa juga berperan aktif dalam kegiatan ini. Tapi kenyataannya, memang agak sedekit leso darah. Karena mungkin kawan-kawan sudah mengelola TPA masing-masing di masjidnya,” ujarnya.
Namun selama ini kata pria juga sebagai Ketua Partai Nasional Demokrat Kota Pontianak ini, merasa salut dan memberi asprisiasi terhadap kawan-kawan, mungkin hanya diberikan uang transport 150 ribu, 250 ribu, dan 300 ribu, mereka tetap bisa berjalan sendiri untuk menjalankan tugas dari BKPRMI ini. sehingga kita disini hanya berfungsi sebagai koordinasi dan mediasi saja.
“Sebenarnya kalau setiap remaja masjid benar-benar berfungsi di masjidnya, saya pikir akan bisa mengurangi dekadensi moral. Karena masjid itukan bukan hanya berspektif agama untuk melaksanakan ibadah, tetapi masjid itu bisa dikaji masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, dan semua bisa dikaji. Cuman ini belum di memfaatkan oleh para remaja masjid sendiri. Sehingga remaja masjid harus perlu di rebilitalisasi, supaya lebih oktimal perannya,” tegasnya.
Dengan masalah inilah lanjutnya perlu kerja keras lagi untuk membina remaja masjid itu sendiri. Karena masih ada juga pengurus masjid yang tidak akur. Dengan ini banyak remaja masjid tidak aktif, sehingga dari azhan ,membersihkan, dan merapikan masjid itu orang tua juga, jadi kemana remaja masjid itu. Sebenanrya masalah itu adalah para remaja masjid yang melakukannya.
“Saya berharap seorang walikota, seorang camat, lurah, dan seorang kepala dinas, yang mengaku beragama Islam harus juga membina remaja masjid menimal dilingkungan dimana dia tinggal. Sehingga peran remaja masjid bersama pemerintah, dan masyarakat itu bisa secara senergi,” ujarnya dengan penuh harapan.
Dalam pertengahan bulan Mei nanti kata Firdaus insallah . kontingen festival anak soleh se-Kota Pontianak ini, akan bertanding ke Sambas. Untuk itu tentu kita berharap peran pemerintah dalam ril yaitu bantuan dana yang cukup besar. Karena kita sangat kekurangan dana, sehingga kami melibatkan orangtua peserta lomba dalam membantu dana untuk keberangkatan nanti. Kita berangkat ini adalah mewakili kota Pontianak, jadi pemerintah harus membantu kami dalam pendanaan.
“Sekarang kami mempersiapkan para peserta, untuk latihan setiap minggu. Nah, para peserta latihan berdasarkan keperwakilannya minsalnya lomba hapalan Al-qur’an, dia berasal dari SMA dan SMP Al-Azhar, maka latihan disana. Kemudian perwakilan Mujahidin, jadi merekalah yang bertanggungjawab dalam perlatihan itu. Sudah beberapa bulan mereka latihan di sekolahnya masing-masing, setelah itu mereka akan kami temukan untuk latihan bersama-sama,” jelasnya. (hakim/*).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar