Pontianak. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak mengelar pelatihan jurnalistik. Pelatihan yang bertema Budaya Lokal: Melestarikan Budaya Melalui Tulisan. Kegiatan ini berlangsung di lantai dua ruangan Nadwah Jurusan Dakwah, dan pelatihan ini dibuka oleh Pembantu Ketua III STAIN Pontianak, Dr. H. Hermansyah, M. Ag. Kamis (26/5).
Ketua panitia Ahmad Fauzi menyatakan kegiatan ini merupakan gawai LPM tahunan dalam rangka menyemarakkan milad dan musyawarah LPM STAIN Pontianak. “Pelatihan Jurnalistik ini juga dirangkai oleh Lomba menulis Essai, lomba Mading tiga Dimensi Tingkat SMA/MA Sedejarat se Kota Pontianak,” jelasnya.
Lomba menulis essai jelasnya telah dimulai pada tanggal 16 April yang lalu, dan berakhir pada tanggal 23 Mei. Rencananya naskah-naskah yang terbaik akan dijadikan buku, dan menjadi salah satu referensi mengenai kebudaaan Kalimantan Barat. “Sedangkan lomba mading dilaksanakan pada hari Jumat, pada tanggal 27 Mei,” katanya.
Lomba mading ini kata Fauzi bertujuan untuk mengajak siswa-siswa untuk mengenal, membudayakan budaya. Kemudian melalui majalah dinding ini, diharapkan menjadi daya tarik siswa-siswa SMA sedejarat untuk lebih bersemangat mengenal budayanya. “Karena majalah mading dengan berbagai bentuk dan warna itu, tentu bisa menjadi daya tarik sendiri untuk siswa-siswa mengekpresikan kekreatifan mereka, terutama dari sisi kepenulisan,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa kata Fauzi, harus menjadi penerus generasi bangsa yang mengenal serta melestarikan budayanya. Sehingga tidak ada lagi, negara lain yang mengaku-ngaku kebudayaan kita adalah milik mereka. “Insallah, kegiatan ini akan ditutup pada tanggal 28 Mei mendatang ini, “ ujarnya.
Diwaktu yang sama, Ketua Umum LPM STAIN, Sahirul Hakim mengatakan budaya merupakan salah satu asset negara yang dapat membantu menambah nilai sosial maupun ekonomi Negara. Di era masa kini yang serba maju, serba mewah dan serba instan, menjadikan semakin bertambahnya budaya yang di tinggalkan oleh masyarakat.
“Karena kita dijajah oleh budaya asing yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat, hingga akhirnya budaya asli Indonesia akan terpinggirkan. Indonesia mempunyai beragam budaya lokal yang sangat unik, berbeda dan menarik, jika budaya-budaya tersebut dijaga dan dikembangkan maka akan membantu Negara ini untuk memulihkan kestabilitasan nilai ekonomi,” jelasnya.
Meskipun budaya lokal, kata Hakim mempunyai nilai ekonomi dan daya tarik yang cukup tinggi, salah satu bukti adalah beberapa budaya kita yang pernah di klaim sebagai budaya negara lain. Hal itu menandakan bahwa Indonesia masih kaya akan budaya yang banyak di incar Negara lain.
“Melalui lomba Jurnalistik ini, sebagai pers mahasiswa kami mencoba untuk mengangkat tema Melestarikan Budaya Lokal dengan Tulisan, sebagai wujud kepedulian kami terhadap budaya lokal di Indonesia terutama di Kalbar,” jelasnya.
Kegiatan ini jelasnya merupakan rangkaian Milad ke VII LPM STAIN Pontianak yang terdiri dari lomba menulis budaya dan mading tiga dimensi.pesertanya diikuti oleh siswa-siswi SMA sederajad di Kota Pontianak agar nantinya dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk lebih menyayangi dan menjaga budaya asli Indonesia.
“Saya berharap kegiatan ini, bisa menjadi geliat para remaja, masyarakat Kalbar dan pemerintah untuk tetap melestarikan budaya lokal kita khusus Kalbar,”hapannya.
PUKET III, Kemahasiswaan, Dr. H. Hermansyah, M. Ag menyatakan pelatihan jurnalistik budaya lokal ini, sangat bagus sekali dalam menginggatkan para remaja dan masyarakat Kalbar utntuk bisa melestarikan budaya kita melalui tulisan atau karya lain, yang bisa melestarikan budaya lokal kita.
“Dengan ini saya berpesan untuk para peserta harus benar-benar mengikuti pelatihan jurnalistik budaya lokal ini dengan baik. Karena momen-momen ini sangat bagus sekali untuk mahasiswa iktuti,” pesanya. (hakim/*).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar