Selasa, 10 Mei 2011

33 Anggota FLAB KKR Akan Dikukuhkan

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, SH akan menggukuhkan sebanyak 33 orang anggota Forum Lintas Adat dan Budaya (FLAB) Kabupaten Kubu Raya, dengan dirangkai rapat kerja masa bakti 2011-2013, di hotel Dangau Pontianak.
Ketua FLAB KKR, Drs. Jipridin, M.Si menyatakan peran forum ini untuk menciptakan keharmonisan dan sinkronisasi program majelis budaya dan forum kerukunan umat beragama. “Jadi sebagai program yang ada di masing-masing majelis adat, apakah itu MABM, IKBM, MABT, FKUB, DAD, dan Paguyuban Jawa. Semua ini dicari progam yang merekat untuk kebersamaan, itulah yang kita munculkan di dalam forum ini,” jelas Jipridin kepada Equator diruangan kantornya Arpusda KKR. Senin (09/05).
FLAB ini jelasnya, ingin merumuskan dan menciptakan pormulasi, bagaimana masing-masing adat dan budaya yang berkembang ini, agar dia tidak tergusur oleh arus zaman. “Supaya adat dan budaya ini, tetap eksis maka forum ini kita jadikan ageng tempat persinggahan masing-masing adat,” ujarnya.
Ada tiga susunan kepengurusan FLAB KKR ini kata Jipridin. Pertama dewan pembina antara lain, Bupati Kubu Raya, Ketua DPRD KKR, Kapolres KKR, dan Dandim KKR. Kedua, dewan penasehat yaitu Wakil Bupati KKR, Kepala DISBUDPARPORA KKR, Kepala BAPPEDA KKR, Drs. H. Rajudin Samad, M.Si (MABM), Ir. Sakandi Talok (MABT), Drs. Tarmizi Karim (FKUB), dan Ketua Majelis Adat Budaya dan FKUB KKR.
Sedangkan yang ketiga jelasnya, dewan pengurus harian terdiri dari bidang adat, seni, dan budaya, bidang usaha dana, bidang advokasi dan pemberdayaan masyarakat, bidang kemitraan ekonomi umat, dan bidang humas.
“Budaya yang ada di Kubu Raya ini, biar tumbuh dan dikawal, yang artinya budaya itu tumbuh tidak lepas dari pengawalan lembaga-lembaga adat ini. Dengan ini semua lembaga harus bertanggungjawab, apabila dalam aktulisasi adat budaya timbul, dimasyarakat itu dianggap sebagai tanda petik bertentangan maka forum inilah yang mediasi,” harapanya.
Pesan Jabridin kepada anggota FLAB ini, harus tetap semangat dan meningkatkan rasa kebersamaan yang tinggi sesama anggota. Kemudian menghilangkan sifat-sifat etnis, budaya, dan agama. Karena bagaimanapun hidup di negara yang beraneka tunggal ika ini, harus memperdepankan rasa kebersamaan.
“Dalam hidup ini, tidak boleh masing-masing adat, budaya, dan agama memiliki kebenaran mutlak. Tetapi kebenaran mutlak itu adalah miliki Tuhan. Karena sebagai manusia, untuk mencari permulasi kebenaran itu menjadi kebenaran bersama,” tegasnya.
Dalam al-Qur’an kata Jibridin, dalam surah Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT telah menjelaskan Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
“Jadi salah satu tujuan kita, untuk mendirikan forum ini adalah untuk melekatkan hubungan kebudayaan dan mengenal satu dengan yang lain. Sehingga yang tadinya timbul ada perasangka terhadap etnis lain, dengan adanya kebersamaan ini kita bisa menghilangkan perasangka buruk tersebut, untuk menghindar yang namanya konflik,” ujarnya dengan tegas. (hakim/*).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar