Kontingen FBBK, Asal KH Siap Bertarung
Dalam rangka menyemarakkan Festival Bumi Budaya Khatulistiwa (FBBK) IX Kalbar di Pontianak. Kontingen Kapuas Hulu (KH) siap bertarung. Dengan di dampingi oleh ketua tim Drs. Luther.
Kontingen asal Kapuas Hulu, dengan jumlah sebanyak 140 orang, terdiri dari; penari, penabuh, offisil, bujang dan dara, pengantin Melayu dan pengantin Dayak. Mereka siap mengikuti sejumlah perlombangan yang ada di FBBK IX tersebut. Seperti: perade tari Melayu dan Dayak, tari Melayu dan tari Dayak, pemainan rakyat yaitu pangkak gasin dan sumpit, syair dan pantun, merias pengantin Melayu dan pengantin Dayak, dan pemilihan bujang dara khatulistiwa.
Ketua tim Kapuas Hulu Drs. Luther, mengatakan,”persiapan kami dalam tahun ini sudah dimulai dari 3 bulan yang lalu. Jadi kami memang disokung penuh oleh pemerintah Kapuas Hulu, dengan dana yang cukup besar untuk festival ini. Sehingga kami harus oktimis untuk menampilkan pelombaan FBBK IX Kalbar di Pontianak. Dengan bersaing Kabupaten lain, untuk memperebutkan apakah itu, juara atau penampilan terbaik”. Dia juga menambah,”ada 3 perlombaan yang tidak kami ikuti yaitu: tanjidor, lomba layang-layang dan barongsai.”
Koordinator syair dan pantun Muhammad Kasim, mengatakan,”saya berharap besar, kami harus bisa meraih kejuraan yang diharapkan. Karena pemerintah Kapuas Hulu sudah berharap besar kepada kami.”
Luther, mengatakan,”kami berharap penuh bahwa tahun ini, kami akan mendapatkan peringkat yang lebih baik dari festival tahun kemarin. Karena rencana tahun depan kami akan melaksanakan ipen-ipen besar yaitu, festival danau sentarum. Ini merupakan ipen, bagi harapan tongak kebangkitan para parawisata Kapuas Hulu. Ipen akan kami laksanakan di pinggiran danau sentarum yang sudah cukup terkenal seluruh manca Negara, dengan keindahan alam benekaragam hayatinya. Nah, kalau tim yang berangkat sekarang ini mendapatkan prestasi yang baik, maka itu akan mendorong Kecamatan-Kecamatan lain untuk mendukung penuh ipen yang dilaksanakan ini tahun 2010 nanti festival danau sentarum pertama.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar